DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PENGGUNAAN TELEVISI BAGI PELAJAR
Televisi adalah alat komunikasi satu arah jarak jauh yang berupa alat
elektronik yang menampilkan suara dan gambar atau audio visual. Semakin
banyaknya stasiun televisi swasta yang bermunculan, menimbulkan masalah
tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Anak cenderung lebih memilih
menonton tayangan televisi, dari pada membaca buku atau belajar.
Program acara yang disajikan
televisi, sangat mempengaruhi sikap penontonnya setelah atau pada waktu melihat
tayangan televisi tersebut. Banyak fakta yang kita jumpai dari informasi yang
disampaikan televisi, baik fakta positif maupun fakta negatif. Sehingga hal ini
baik secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi akhlak penontonnya
ke arah positif atau ke arah negatif, sehingga ada dua pengaruh atau dampak
tayangan televisi terhadap akhlak anak, yaitu:
Dampak positif tayangan televisi:
Dampak positif tayangan televisi:
1. Televisi
sebagai sumber informasi yang update.
2. Dapat
memberikan informasi peluang usaha untuk belajar bisnis bagi para anak.
3. Adanya acara
atau tayangan yang bernuansakan pendidikan atau pengetahuan seperti cerdas
cermat, berita dan lain sebagainya.
4. Sebagai
sumber belajar bagi siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
Dampak
negatif tayangan televisi:
1. Sering
menonton televisi akan mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar anak,
karena enggan belajar dan konsentrasi terpecah.
2. Anak-anak
cenderung lebih menyukai tayangan yang bernuansakan kekerasan untuk ditiru, sehingga
banyak terjadi tawuran antar pelajar.
3. Sikap meniru
pada anak anak semakin berbahaya ketika melihat tayangan yang tidak mendidik.
Setelah menonton tayangan televisi mereka suka meniru apa yang telah mereka
tonton.
4. Pengaruh
budaya luar yang tidak sesuai dengan norma Pancasila mudah sekali masuk ke
pikiran anak-anak.
5. Semakin
seringnya menonton acara televisi yang tidak mendidik, baik kekerasan, sikap
kasar, memaki, curang, dan sikap buruk lainnya, akan secara tidak langsung dan
tidak sadar mendidik anak untuk berbuat seperti tersebut di atas, sehingga
untuk melakukan hal tersebut, anak merasa bahwa hal tersebut adalah hal biasa
yang tidak salah.
Terimakasih telah mengunjungi blogku...